Tuesday, July 7, 2015

puji syukur

Tulisan ini saya buat sebagai ungkapan puji syukur, alhamdulillah, insyaa Allah sebentar lagi PT. Brawijaya Rekayasa Utama akan berkibar,... trus koperasi Brawijaya Sinergi Utama akan semakin eksis.

Alhamdulillah. Ini perjuangan yang cukup lama. Kepengurusan IKA FT 2013-2016 (atau 2017 ya?) pada tahun 2013 menetapkan program utama adalah pembuatan badan usaha sehingga kegiatan IKA FT bisa self finance dan mandiri. Seperti diketahui, kepengurusan IKA FT sebelumnya banyak melakukan kegiatan dengan pendanaan donatur. Jadi, untuk menghindari terulangnya "penodongan" kepada para donatur, maka kepangurusan 2013-2016 berencana membuat badan usaha. Bisa kah ?

Ingat dua tahun lalu, betapa program rencana membuat 'badan usaha' ini sangat miskin dukungan. Rapat bolak - balik yang dateng paling 4-5 orang; mas Cahyawan, Okta, mas Santo, dan saya. Beberapa kali rapat diikuti oleh mas Umar, mas Pricahyo, mas Hakim, dan mas Nyoman. Sejatinya mereka - mereka inilah yang memulai aktivitas  -- atau sebagai bidan dalam kelahiran badan usaha IKA FT.

Hasil rapat diantaranya menyepakati nama koperasi yakni Brawijaya Rekayasa Utama dan struktur kepengurusan serta besarnya simpanan anggota. Dalam hiruk-pikuk penggodogan nama, saya mengusulkan nama "rekayasa" karena menurut saya 'engineering' dalam bahasa Indonesia artinya 'rekayasa'. Walau mengundang kontroversi nama, akhirnya nama itu dipakai juga. Sementara nama "utama" diusulkan oleh mas Cahyawan. Entah karena mas Cahyawan sudah kondang sebagai pakar koperasi, usulan nama itu langsung mufakat 100%.

Kendala pertama adalah ketika hendak dibentuk koperasi, legal-nya terkendala UU koperasi yang saat itu sedang hold, maka koperasi tak segera bisa diwujudkan. Pas itu muncul ide gila. Mas Cahyawan telpon saya," Ris, iki UU koperasi lagi digodog, akte koperasi gak bakal bisa keluar. Mending kita bikin PT saja. Nanti kepemilikan PT, yang atas nama saya, kamu, dan konco-konco musti komit diserahkan ke koperasi --bila koperasi sudah bisa jadi". Ini usul gila menurut saya, tapi bener juga. Mangkanya ide gila ini harus diperkenalkan secara khusus di forum khusus. Saya mengusulkan untuk memperkenalkan ide gila ini melalui forum 'cluster bisnis'. "Terserah awakmu-lah, Ris, carane piye...", begitu komen mas Cahyawan.

Titik balik lepas landas adalah ketika secara asal saya mencoba melemparkan usulan rencana pembentukan Cluster Bisnis, medio Mei 2015. Rencana ini langsung di-support oleh Mas Lasno. Dan diluar dugaan, acara program Cluster Bisnis yang diadakan di senayan city ini disambut antusias. Apalagi setelah forum WA Cluster Bisnis dibentuk oleh mBak Erny. Disini kesepakatan bisnis usaha kolektif berupa PT yang dimiliki koperasi menjadi mufakat. Namun, karena akta koperasi tersandung legal, maka jadilah akta PT duluan dengan nama PT. Brawijaya Rekayasa Utama. Sementara koperasi lagi menunggu nasib legalnya. Tapi penggalangan dana untuk membership koperasi tetap berjalan. Beberapa alumni segera menunjukkan komitmennya, dipelopori oleh Mas Lasno, Mas Win, dan Mas Budaya.

Rapat kedua diadakan 5 juni 2015 setelah dana terkumpul sekitar 100 juta. Rapat diadakan di kantor mas Iqbal Darmawan. Di rapat kedua ini diadakan brainstorming. Dan mulailah ada gula ada semut. Semakin banyak dukungan dari para alumni diantaranya mas Trisno Li, mas Iqbal Darmawan, mas Markiz, mBak Lita, dan masih banyak lagi.

Sempat diadakan rapat kecil di omahsendok pada 12 juni 2015. Rapat ini membahas bentuk organisasi, istilahnya lebih mematangkan lagi ide koperasi dan PT. Disini muncul usulan dari mas Temmy untuk nama koperasi, yakni memuat kata "sinergi". Maka setelah dibahas berbelit - belit di grup chat selama beberapa hari, jadilah nama Koperasi Brawijaya Sinergi Utama. Bahasan 'nama' ini kalo nggak di-stop sama mas Lasno dan mas Cahyawan, sepertinya gak ada selesainya. Molak-malik terus. Babak berikutnya adalah pembuatan AD/ART dan legal-nya.

Seingat saya, menjelang 1 Ramadhan, mBak Ati berinisiatif menyelenggarakan diskusi dengan notaris. Diskusi diadakan di Tebet. Dalam diskusi ini ditunjuk notaris terpilih, mengurus kelengkapan dokumen, dan pemantaban pengurus koperasi di depan calon notaris. Para pengurus koperasi yakni mas Cahyawan (ketua), mas Nyoman (bendahara), mas Hakim (sekretaris), dan mbak Erny (sekretaris II).

Cerita logo, awalnya saya membuat logo PT, tidak begitu bagus, dan akhirnya logo terbaik bikinan Ghufron Alfat, yang sekilas mirip kincir kertas. Sementara text-nya saya yang bikin. Logo koperasi saya sendiri yang bikin dan tidak banyak perubahan hingga akhir, berupa tangan terkepal dan daun tumbuh. Setelah logo tercipta, PT BRU langsung bergerak mengais usaha.

Rapat komisaris pertama dilakukan pada awal Ramadhan di Tebet, dihadiri mas Umar, mas Pri, mas Cahyawan, dan saya berdialog dengan dewan direksi PT. BRU, mas Santo, mas Husni, dan mas Okta untuk mengerucutkan model bisnis PT. BRU. Dalam rapat itu saya mensimplifikasi struktur organisasi menjadi dua divisi usaha : engineering dan non-engineering, mas Cahyawan menyodorkan struktur biaya dan peluang tanker cleaning, mas Pri mengusulkan ritail melalui web, mas Umar menyanggupi booking hosting web. Dewan direksi mengatur rencana presentasi yang rencananya akan diadakan 3 Juli.

Seiring acara presentasi direksi di depan para alumni pada buka bersama 3 Juli --lagi-lagi- di resto omahsendok, resto milik mBak Ely NW, yang mana rencananya resto ini akan jadi basecamp kongkow-kongkow cluster bisnis FT, maka mulailah kampanye besar-besaran. Mas Markiz getol mengenalkan koperasi ke segenap penjuru alumni termasuk kepada Prof Bisri, alumni FT yang menjabat rektor UB. Belakangan hari, Prof Bisri terlibat dalam rencana pembuatan sumur serapan Jakarta yang dipantik idenya oleh Mas Lasno. Tak cuma itu,  Mas Cahyawan sibuk menjalin relasi untuk mendapatkan peluang bisnis terutama di sektor migas. Mas Santo, mas Okta, mas Husni yang menjabat direksi PT.BRU mulai konsolidasi. Dana simpanan koperasi mulai masuk ke bendahara koperasi, Bli Nyoman, hingga mencapai 200juta including dana komitmen. Mas Budaya --sebagai ketua dewan pengawas--  tak lelah mengkosolidasikan para alumni. Mbak Ati dan Mbak Erny sibuk kampanye ke grup-grup media sosial yang diikutinya.

Saya melihat, geliatnya semakin kuat. Bisnis non-engineering PT.BRU sudah bergerak, diantaranya pengadaan parsel lebaran dan pengadaan kaos temu alumni teknik mesin. Sebentar lagi, semua akan menggunakan tag perusahaan atau koperasi, termasuk situs. Blog ini nanti --sebentar lagi-- akan digantikan oleh web resmi. Bukan blog gratisan seperti ini. Semuanya kelak akan menjadi lebih baik dan lebih profesional. Semoga Allah merahmati usaha ini. [] haris fauzi - 8 juli 2015.


Monday, July 6, 2015

Bukber dan Dialog Cluster Bisnis part-3, 3 Juli di Omahsendok

Ngobrol-ngobrol seperti biasa.
PT. BRU mulai bergerak. Ada bisnis sektor engineering, dan sektor non-engineering.

Koperasi sik ngurusi legal.
Kok koperasi-ne telat ngene, Boss ???



http://kenisah.blogspot.com

Tuesday, June 16, 2015

bright your idea for logo !

rencana logo koperasi :















(nama belum termaktub)

filosofi :
tumbuh (daun)
kuat dengan tekad dan semangat (kepalan tangan)
engineering (biru)
sederhana, bersih (tangan putih)

draft mula - mula :






















rencana logo PT. Brawijaya Rekayasa Utama











filosofi yang dikedepankan dalam simbol :

sederhana (font arial)
tegas
fleksibel dan luwes (rounded font)
peningkatan berkesinambungan (baling - baling)
green company (hijau)
engineering (biru)



draft mula-mula :








Saturday, June 13, 2015

Musyawarah 12 Juni 2015

Musyawarah Tim Kecil dan Tim Inti Koperasi
Omah Sendok, Jakarta, 12 Juni 2015
Sohibul Bait : Mbak Ely NW
Peserta : Lihat foto.

Simpulan :

1. Finishing Visi, Misi, Ad/ART. PIC : Mas Cahyawan, Mbak Ati, Mas Arief Sy. DD 20 Juni 2015.
2. Alternatif nama yang disubmit ke Notaris :
                   2.1. Brawijaya Sinergi Utama (usulan Mas Temmy)
                   2.2. Brawijaya Karya Utama (usulan Mas Cahyawan)
3. Setelah nama resmi, segera blok untuk domain. PIC : Haris Fauzi, A. Hakim.
4. Tim Pengawas : Mas Soelasno, Mas Budaya, Mas Markiz, mBak Ati, mBah Kusumo.
5. Kelengkapan founder member. PIC : Ahmad Hakim. DD 15 Juni 2015.
6. Pengurus Inti sbb :
             Ketua : Cahyawan
             Sekretaris : Ahmad Hakim
             Bendahara : Njoman Widi
7. PT BRU mempersiapkan rencana bisnis. PIC : Susanto (Dir) dan Oktafian (Dirkeu). DD : 16/6/2015.
8. Rapat mendatang, Rabu (17/6) atau Jum'at (19/6) di Tebet 30D.
9. Rencana launching dalam bukber 3 Juli di Omah Sendok. PIC : mBak Erny, mBak Rini, dan mBak Ely.
10. Update anggota founders dan simpanan anggota koperasi. PIC : Njoman.
11. Kopi tetes ala omah sendok pancen enak (jarene).

Friday, June 12, 2015

Visi & Misi (draft)

Visi:
Membangun Sinergi dan Kekuatan Alumni untuk memperkokoh jaringan bisnis dan aktifitas sosial
Misi:
1. Menjadikan organisasi Alumni FT yang kuat dan kokoh dari segi materi maupun aktifitas sosial.
2. Memberikan kontribusi yang nyata bagi almamater dan sivitas akademik FT UB dlm berbagai bentuk aktivitas pengabdian
3. Menjalin komunikasi dan silaturahmi antar alumni dan almamater FT UB

Langkah:
1. Membuat lembaga koperasi yang anggotanya adalah alumni yang tersebar di berbagai kota, koperasi yang bersifat Nasional, pendiri harus berjumlah minimal 60 org. Koperasi berjenis KSU..Koperasinya bernama Koperasi Brawijaya Karya Utama
2. Membuat Perseroan Terbatas dimana kepemilikan sahamnya 90% adalah Koperasi dan 10% direksi dan komisaris. Nama perseroan PT. Brawijaya Rekayasa Utama
3. Menjalin kerjasama usaha dg para alumni yang mempunyai usaha/perseroan.




http://kenisah.blogspot.com

Founders Koperasi Rekayasa Utama

Board of Founders
Koperasi Brawijaya Rekayasa Utama


01. Cahyawan NP
02. Haris Fauzi
03. Njoman Widi A
04. Ahmad Hakim
05. Susanto
06. Oktafian Farhan
07. Nagara Wardhani
08. Suhernandis
09. Husni Awali
10. Umar Basya

11. Soelasno
12. Erny S
13. Sri Wigati
14. Anggun Suprobo
15. Win Sukardi
16. Agung Rino S
17. Budaya
18. Ari Wijaya
19. Sylvia I
20. Masbukhin

21. Markiz Y 
22. Indra Nuryahya
23. Lita Mucharom
24. Agus Sunarto
25. Agus Sriyono
26. Fauzan Fitra
27. Trisno Lilik
28. Andi Setiawan
29. Harijanto Kambali
30. Iqbal Darmawan

31. Aliyanto W
32. Andreas Teguh
33. Sutiyo
34. Arief Syaifudin
35. Temmy Yanuar
36. Dodik Adiwirawan
37. Oky
38. Edhi Prajudhi
39. Tigor Maruli M
40. Kentus Wikantyoso

41. Agus Rachmad Santoso
42. Sigit Julianto
43. Kusumo Wiroso
44. Priyo Santoso
45. M Denica Elsa
46. Ervina Wulandari
47. Haris Kusuma
48. Erwin Helmi
49. Yogi Triharso
50. Agus Darmawan


51. Rakhmat Sani
52. Rini Handayani
53. RM Prasidha
54. Pantyo Ardi
55. Dwi Yudha
56. Wahjoe Wurjanto
57. Nurlaely W
58. Hari Wibisono
59. M. Ghufron Alfat
60. M. Akhlis Rizza

61. Gadis Ratih
62. Sahardono Amiarso
63. Riena Rachmatillah
64. Gede Darmawan
65. Ahmad Hasnan
66. Agus Wahyudi
67. Luhur Wibowo
68. Munib Asrofi
69. M. Nandes S
70. Fandi Irawan

71. Yoga Gapaiasa
72. Amir Fuadi
73. Arief Subekti


dana terkumpul :
cash on bank : rp. 132.391.849                 (prev: rp. 103.741.845)
under commitment  : rp. 88.650.000         (prev. rp.   72.050.000)
total : rp. 217.891.848                               (prev. rp. 175.791.845)